Program dari KPA
Kota Yogyakarta sudah berjalan sejak tahun 2006, ada harapan bahwa dalam 5
tahun mendatang sudah terlihat hasil dari program tersebut. Ada wajah baru bahwa
banyak pasien di temukan dari Ibu rumah tangga. Untuk menanggulangi penyebaran
virus HIV KPA Kota Yogyakarta menyusun Strategi Rencana Aksi Daerah.
Tujuan utama
SRAD adalah bagaimana melibatkan lintas sektor & lintas SKPD selain Dinkes
dalam proses penanggulangan AIDS di Kota Yogyakarta.
Audiensi KPA kota
yogyakarta dengan Bapak Walikota Yogyakarta
terkait Strategi Rencana Aksi Daerah Penanggulangan HIV AIDS Kota Yogyakarta Tahun
2013 – 2015 di bulan kemerdekaan RI 2013. Dalam Audiensi dengan Bapak Walikota
Yogyakarta yang telah dilaksanakan pada Rabu, 21 Agustus 2013 di ruang kerja
Walikota Yogyakarta di sambut dengan sangat baik oleh Bapak Walikota
Yogyakarta. Beliau sangat care terhadap program penanggulangan AIDS di Kota
Yogyakarta, terbukti bahwa sampai pada saat ini beliau tetap berkomitmen menjadi
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Yogyakarta. Bapak Walikota
Yogyakarta menyampaikan bahwa kenapa banyak terjadi kasus HIV di kalangan ibu
Rumah Tangga ? Siapa yang membawanya ?. Pembawanya adalah tetap laki – laki
yang kemudian menularkan kepada istrinya. Proyeksi dari KPAN masih ada sekitar
6 Juta Wanita Pekerja Seks (WPS) yang belum terjangkau. Proyeksi jumlah WPS
sekitar 200.000 dan Pelanggannya sekitar 3 – 5 Juta orang. Fakta – fakta tersebut harus menjadi langkah
awal bagi kita untuk lebih giat dalam
upaya Penanggulangan AIDS. Dalam audiensi ini Bapak Walikota Yogyakarta banyak
memberikan ide – ide dan masukan yang bagus bagi penanggulangan HIV AIDS di
Kota Yogyakarta. Beliau menyampaikan ide – ide yaitu akan bekerjasama dengan Aisiyah
adalah sangat tepat tetapi yang paling penting dalam hal ini kita melihat dari
sisi Kesehatan bukan Moral. Membangun publick Awarnes, Melakukan perluasan
program dengan melibatkan Karangtaruna, Ibu PKK, PPI, Komunitas Fotografi,
Komunitas Motor, dan Komunitas Mobil, dan membuat pusat informasi yang baik.
Dalam hal
penanggulangan HIV ini seluruh komponen masyarakat harus bersama – sama
menerapkan SEGORO AMARTO didalam program – program yang telah susun oleh KPA
Kota Yogyakarta. Sekarang bukan jamannya lagi kalimat Say No To HIV akan tetapi STOP
HIV (Mengutip nasehat Bapak H.Haryadi Suyuti).
Penulis : Hari Staff KPA Kota Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar