Kamis, 22 Agustus 2013

Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti Mendukung penuh kegiatan Penanggulangan HIV AIDS di Kota Yogyakarta





Program dari KPA Kota Yogyakarta sudah berjalan sejak tahun 2006, ada harapan bahwa dalam 5 tahun mendatang sudah terlihat hasil dari program tersebut. Ada wajah baru bahwa banyak pasien di temukan dari Ibu rumah tangga. Untuk menanggulangi penyebaran virus HIV KPA Kota Yogyakarta menyusun Strategi Rencana Aksi Daerah.


Tujuan utama SRAD adalah bagaimana melibatkan lintas sektor & lintas SKPD selain Dinkes dalam proses penanggulangan AIDS di Kota Yogyakarta.

Audiensi KPA kota yogyakarta  dengan Bapak Walikota Yogyakarta terkait Strategi Rencana Aksi Daerah Penanggulangan HIV AIDS Kota Yogyakarta Tahun 2013 – 2015 di bulan kemerdekaan RI 2013. Dalam Audiensi dengan Bapak Walikota Yogyakarta yang telah dilaksanakan pada Rabu, 21 Agustus 2013 di ruang kerja Walikota Yogyakarta di sambut dengan sangat baik oleh Bapak Walikota Yogyakarta. Beliau sangat care terhadap program penanggulangan AIDS di Kota Yogyakarta, terbukti bahwa sampai pada saat ini beliau tetap berkomitmen menjadi Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Yogyakarta. Bapak Walikota Yogyakarta menyampaikan bahwa kenapa banyak terjadi kasus HIV di kalangan ibu Rumah Tangga ? Siapa yang membawanya ?. Pembawanya adalah tetap laki – laki yang kemudian menularkan kepada istrinya. Proyeksi dari KPAN masih ada sekitar 6 Juta Wanita Pekerja Seks (WPS) yang belum terjangkau. Proyeksi jumlah WPS sekitar 200.000 dan Pelanggannya sekitar 3 – 5 Juta orang.  Fakta – fakta tersebut harus menjadi langkah awal bagi kita untuk lebih giat  dalam upaya Penanggulangan AIDS. Dalam audiensi ini Bapak Walikota Yogyakarta banyak memberikan ide – ide dan masukan yang bagus bagi penanggulangan HIV AIDS di Kota Yogyakarta. Beliau menyampaikan ide – ide yaitu akan bekerjasama dengan Aisiyah adalah sangat tepat tetapi yang paling penting dalam hal ini kita melihat dari sisi Kesehatan bukan Moral. Membangun publick Awarnes, Melakukan perluasan program dengan melibatkan Karangtaruna, Ibu PKK, PPI, Komunitas Fotografi, Komunitas Motor, dan Komunitas Mobil, dan membuat pusat informasi yang baik.

Dalam hal penanggulangan HIV ini seluruh komponen masyarakat harus bersama – sama menerapkan SEGORO AMARTO didalam program – program yang telah susun oleh KPA Kota Yogyakarta. Sekarang bukan jamannya lagi kalimat Say No To HIV akan tetapi STOP HIV (Mengutip nasehat Bapak H.Haryadi Suyuti).


Penulis : Hari Staff KPA Kota Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar